بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


Ilustrasi ( From Google Images )

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah dalam Al-Wabil Ath-Thayyib, Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, hal 25-29 mengatakan bahwa lima tingkatan manusia di dalam shalat:


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


Ilustrasi (http://psf_blog.s3.amazonaws.com)

Pertanyaan :

Assalamualaikum wr wb

Ada hal yang masih agak mengganjal dalam diri saya tentang sholat di daerah yg berbeda zona waktu.

Suatu ketika saya pernah menempuh perjalanan dari Belanda ke Indonesia. Saya berangkat dari Amsterdam malam hari selepas Isya’ waktu setempat. Setibanya di Indonesia sudah hari berikutnya dan masuk waktu maghrib. Perjalanan udara ditempuh kira-kira sekitar 15 jam.

Pertanyaannya, bagaimana saya melaksanakan Sholat Subuh, Dzhuhur, dan Ashar pada hari saya tiba di Indonesia?

Terima kasih, wassalam


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


Pertanyaan :

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

1. Benarkah ada hadits yang menyebutkan bahwa di masa Rasulullah SAW, beliau dan para shahabat itu kalau shalat di masjid tidak mencopot sendal?

2. Lalu apa hukumnya bagi kita sekarang ini, apakah sebaiknya kita juga shalat dengan pakai sendal saja? Atau bagaimana?

Wassalam



سْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


Mungkin beberapa kita pernah dengar shalat li hurmat al-waqti, dan bahkan pernah melakukannya. Dan memang sepertinya mayoritas orang Indonesia itu pernah melakukan sholat ini. Karena memang istilah ini hanya ada di kalangan al-Syafi’iyyah, tidak di madzhab yang lain