Terjebak Macet,Bolehkah Menjama’ Sholat?

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


(merdeka.com)

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Saya seorang pegawai di Ibukota. Dalam perjalanan pulang saya sering terjebak kemacetan di jalanan. Bahkan ketika adzan magrib saya masih berada di tengah-tengah kemacetan hingga tiba adzan isya’. Saya akhirnya harus menjama’ shalat magrib dan isya’. Apa sebenarnya hukum shalat jama’ karena terjebak kemacetan?  Kalau tidak boleh, apa yang harus saya lakukan terhadap shalat yang saya jama’?

Syahri, Jakarta

Kumpulan Hadits Seputar Doa & Keutamaanya.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


Firman Allah SWT :

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.
(QS: Al-Mu’min Ayat: 60)

Masjid Assalam, Wadah Warga Muslim Beraktivitas di Chile

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


Masjid as-salam Chile. ©blogspot.com

Tidak banyak warga Muslim yang dapat ditemukan jika berkunjung ke Santiago, Ibu Kota Negara Chile. Dari sekian banyak jumlah penduduk, hanya 1 persen warga yang beragama Islam.

Mengapa Tata Cara Shalat Berbeda-beda ?

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


Pertanyaan :

Ustadz,

Saya adalah orang Islam dan Insya Allah tidak akan mati dalam keadaan bukan Islam. Saya memang awam agama, tapi saya punya keyakinan bahwa Islam adalah Agama yang paling baik dan satu-satunya.

TAJRI MIN TAHTIHAL ANHAR

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


“Surga Yang Mengalir Di Bawahnya Sungai-Sungai.

Download Kitab Ihya Ulumuddin (Imam Ghozali) dan Terjemahnya Jilid I dan II

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


Ilustrasi Cover.Image Kredit : Google Image

 

Ringkasan :

Ihya Ulumuddin atau Al-Ihya merupakan kitab yang membahas tentang kaidah dan prinsip dalam menyucikan jiwa (Tazkiyatun Nafs) yang membahas perihal penyakit hati, pengobatannya, dan mendidik hati. Kitab ini merupakan karya yang paling terkenal dari Imam Al-Ghazali.