Utsman bin Affan Bersedekah Rp2,4 Triliun!

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


Kisah ini cerita seputar Perang Tabuk. Semua sahabat berlomba-lomba mencapai kesempurnaan di sisi Allah. Utsman bin Affan menyumbangkan hartanya senilai Rp2,4 triliun!

Seperti disebutkan sebelumnya, pada perang Tabuk 30.000 pasukan muslim harus berperang melawan 200.000 pasukan Romawi. Saat itulah Rasulullah SAW meminta tiap muslim untuk berkontribusi.

Do’a Sayyidul Istighfar

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


Riwayat

Sayyidina Jabir menjelaskan: Rasulullah saw, bersabda: “Pelajarilah dengan baik istighfar utama (Sayyidul istighfar) dan amalkanlah

Amalan Terlupakan di Waktu Sahur

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”


Umumnya orang menggunakan waktu sahurnya hanya untuk makan, minum, nonton TV, dst. padahal waktu sahur adalah waktu yang sangat istimewa untuk beribadah.

Kumpulan Ceramah Ramadhan Terlengkap oleh Berbagai Ustadz

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


Kumpulan ceramah ilmiyah yang membahas fiqih Ramadhan, Sholat Tarawih, Hari Raya Iedul Fitri, Zakat Fitrah dan Zakat Mal, serta berbagai tanya jawab terkait puasa ramadhan yang disampaikan oleh berbagai ustadz yang InsyaAllah sangat bermanfaat.

Shalat Jum’at di Aula

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


ilustrasi :
pict :beritasore.com

Pertanyaan :

Assalaamualaikum wr. wb.

Ada beberapa pertanyaan:

1. Di kantor saya diselenggarakan shalat Jum’at di ruangan serba guna, sebagian ada yang tidak setuju karena alasan ini adalah bid’ah (shalat Jum’at harus dilakukan di masjid jami’), bagaimana pandangan yang benar?

Kisah Sahabat Nabi: Ammar bin Yasir

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


Yasir bin Amir, ayahanda Ammar, berangkat meninggalkan negerinya di Yaman guna mencari dan menemui salah seorang saudaranya. Rupanya ia berkenan dan merasa betah tinggal di Makkah. Bermukimlah ia di sana dan mengikat perjanjian persahabatan dengan Abu Hudzaifah ibnul Mughirah.