Apa itu Islam?

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


Jika kita perhatikan dalam kamus, arti kata islam tidak keluar dari makna inqiyad (tunduk) dan istislam (pasrah). (al-Mu’jam al-Wasith, 1/446).

Diantara penggunaan makna bahasa ini, Allah sebutkan dalam al-Quran ketika menceritakan penyembelihan Ismail yang dilakukan Nabi Ibrahim,

Bolehkah Shalat Memakai Sepatu Atau Sandal?

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


Pertanyaan :

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

1. Benarkah ada hadits yang menyebutkan bahwa di masa Rasulullah SAW, beliau dan para shahabat itu kalau shalat di masjid tidak mencopot sendal?

2. Lalu apa hukumnya bagi kita sekarang ini, apakah sebaiknya kita juga shalat dengan pakai sendal saja? Atau bagaimana?

Wassalam


Abbad bin Bisyir bin Waqasy – Tertembus Panah, Shalat tak Batal

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


Ilustrasi (inilah.com)

Ada banyak sahabat Rasulullah SAW yang gagah berani. Salah satunya adalah sahabat Abbad bin Bisyir bin Waqasy. Ia pernah ditembus tiga anak panah berturut-turut saat salat. Semua tak membuat ia membatalkan salatnya.

Shalat untuk Menghormati Waktu, Apa dan Bagaimana?

سْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


Mungkin beberapa kita pernah dengar shalat li hurmat al-waqti, dan bahkan pernah melakukannya. Dan memang sepertinya mayoritas orang Indonesia itu pernah melakukan sholat ini. Karena memang istilah ini hanya ada di kalangan al-Syafi’iyyah, tidak di madzhab yang lain

Abdullah bin Zaid bin Tsalabah “Sahabat yang Menemukan Azan dalam Mimpi”

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


Ilustrasi (www.inilah.com)

INILAHCOM, Jakarta—Abdullah bin Zaid bin Tsalabah adalah sahabat Nabi dari suku Khajraz yang menyaksikan bai’at Aqabah kedua. Ia ikut dalam perang badar dan menyaksikan kehancuran dahsyat kaum Quraisy yang saat itu jumlahnya tiga kali kaum Muslim.

Panah Api Pelempar Syaitan

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”