سْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


Ilustrasi (http://goo.gl/tjAxDe)

Api tak lepas dari kehidupan kita sehari-hari. Meski dianggap berbahaya, api ternyata memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari.


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


Jangan Pernah Menganggap remeh Hutang Walaupun sedikit
Roh seorang mukmin masih terkatung-katung (sesudah wafatnya) sampai hutangnya di dunia dilunasi. (HR. Ahmad)

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah bahawa Rasulullah bersabda, “Sesiapa yang mengambil harta orang lain (berhutang) dan berniat akan membayarnya, maka Allah akan menunaikan niatnya itu. Tetapi sesiapa mengambilnya dengan niat akan membinasakannya (dengan tidak membayar), maka Allah akan membinasakannya.” (Hadis riwayat al-Bukhari)


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


Jika kita perhatikan dalam kamus, arti kata islam tidak keluar dari makna inqiyad (tunduk) dan istislam (pasrah). (al-Mu’jam al-Wasith, 1/446).

Diantara penggunaan makna bahasa ini, Allah sebutkan dalam al-Quran ketika menceritakan penyembelihan Ismail yang dilakukan Nabi Ibrahim,


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


Pertanyaan :

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

1. Benarkah ada hadits yang menyebutkan bahwa di masa Rasulullah SAW, beliau dan para shahabat itu kalau shalat di masjid tidak mencopot sendal?

2. Lalu apa hukumnya bagi kita sekarang ini, apakah sebaiknya kita juga shalat dengan pakai sendal saja? Atau bagaimana?

Wassalam



سْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


Mungkin beberapa kita pernah dengar shalat li hurmat al-waqti, dan bahkan pernah melakukannya. Dan memang sepertinya mayoritas orang Indonesia itu pernah melakukan sholat ini. Karena memang istilah ini hanya ada di kalangan al-Syafi’iyyah, tidak di madzhab yang lain


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


Ilustrasi (www.inilah.com)

INILAHCOM, Jakarta—Abdullah bin Zaid bin Tsalabah adalah sahabat Nabi dari suku Khajraz yang menyaksikan bai’at Aqabah kedua. Ia ikut dalam perang badar dan menyaksikan kehancuran dahsyat kaum Quraisy yang saat itu jumlahnya tiga kali kaum Muslim.

Top