بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa berpegang teguh pada sunnah Beliau sampai hari Kiamat.

Pembaca yang dirohmati Allah Ta’ala, sering kali seorang Muslim mengerjakan sholat sunnah Rowatib atau sholat Tahiyatul Masjid sebelum sholat berjama’ah dimulai. Namun tiba-tiba muadzin mengumandangkan iqomah. Apakah yang harus ia lakukan?


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa berpegang teguh pada sunnah Beliau sampai hari kiamat.


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


Di antara kandungan iman kepada qadar adalah mengimani  bahwa Allah telah menulis apa yang diketahui-Nya tentang  segala sesuatu. Termasuk dalam hal ini  adalah mengimani lima takdir, yaitu :


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


Makan Di Masjid

Pertanyaan :

Assalamualaikum  Wr.Wb.   Pak Ustadz saya punya sedikit pertanyaan tentang hukum masjid dan adab-adabnya.

Intinya begini, beberapa waktu kemarin di masjid dekat rumah saya diadakah suatu perayaan hari besar. Namun yang sedikit agak mengganggu adalah seusai acara berlangsung diadakan acara makan-makan.


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


Pertanyaan :

Assalamu’alaikum,

Langsung aja ustad, saya ingin bertanya setelah sholat fardu kita melakukan sholat sunat rowatib. Yang sering saya perhatikan mengenai posisi tempat di mana kita berdiri untuk sholat fardu dan sholat sunat rowatib selalu berbeda. Kita selalu bergeser ke samping satu atau beberapa langkah atau pindah ke tempat lain untuk melakukan sholat sunat rowatib.

Top